INDRAMAYU KECE – Sebagai lumbung perikanan terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu mengambil langkah berani dalam memerangi stunting. Pemerintah daerah menetapkan target angka konsumsi ikan yang cukup tinggi, yaitu 62,5 kilogram per orang per tahun. Angka ini sengaja dipatok tinggi demi memastikan pemenuhan gizi masyarakat terpenuhi secara optimal.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, potensi suplai lokal dipastikan sangat mencukupi untuk mendukung target besar tersebut.

Dengan target ini, masyarakat dibidik mengonsumsi ikan minimal 62,5 kg/kapita/tahun. Angka ini melampaui target regional yang berada jauh di atas rata-rata konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat.

Tingginya angka ini karena Kabupaten Indramayu didukung penuh suplai yang melimpah karena status Kabupaten Indramayu sebagai produsen utama yang selalu surplus dibanding kebutuhan lokal.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi menjelaskan, untuk mencapai telarget itu pihaknya mempunyai strategi intervensi gizi pemerintah yakni berupa

Kampanye masif Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digencarkan secara rutin ke berbagai lapisan masyarakat.

Kemudian berkolaborasi dengan instansi lain untuk fokus pada penurunan stunting yang menjadi senjata utama dalam intervensi penurunan sekaligus pencegahan kasus stunting baru.

Selain ikan segar, pemerintah mulai mengembangkan produk alternatif kreatif seperti susu berbagai olahan ikan yang digemari anak-anak.

"Dengan target konsumsi ideal sebesar 62,5 kilogram per orang per tahun, kita ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan zat gizi mikro dan makro masyarakat Indramayu terpenuhi dengan baik. Angka konsumsi yang tinggi ini merupakan langkah nyata serta intervensi strategis kita dalam menurunkan sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru di daerah. Potensi produksi perikanan kita sangat melimpah, jadi tidak ada alasan bagi masyarakat Indramayu untuk kekurangan gizi dari sektor pangan laut," kata Edi Umaedi. (Aa)