INDRAMAYU KECE - Bayang-bayang putus sekolah yang sempat menghantui tiga anak dari keluarga prasejahtera di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, kini resmi berakhir. Mereka kini bisa melanjutkan pendidikan secara gratis di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Indramayu.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, Kecamatan Sukra mengirimkan dua siswi baru ke SRT 1 Indramayu yang berlokasi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Keduanya adalah Susilawati asal Desa Sumuradem dan Nelis Khumairoh dari Desa Sumuradem Timur. Mereka saat ini duduk di Kelas 7 jenjang SMP.

Sebelumnya, pada tahun 2025, satu anak asal Desa Sukra bernama Siti Solehah juga sudah lebih dulu masuk ke sekolah tersebut dan kini telah menginjak Kelas 8 SMP.

Camat Sukra, Sigit Widiyanto menyatakan, kehadiran Sekolah Rakyat Terpadu di Kabupaten Indramayu sangat membantu warga tidak mampu. Program yang diinisiasi di era Presiden Prabowo Subianto ini menjadi solusi nyata agar hak pendidikan dasar dan lanjutan anak-anak tetap terpenuhi.

"Tahun ini kita kirimkan dua siswa, dan pada tahun sebelumnya satu siswa. Jadi total dari Kecamatan Sukra yang menempuh pendidikan di SRT 1 Indramayu mencapai tiga orang," ujar Camat Sigit, atau yang akrab disapa Bang Joey, saat mengunjungi para siswa, Selasa (19/8/2026).

Sigit berharap, lewat fasilitas pendidikan gratis yang dijamin penuh oleh negara ini, para pelajar tersebut kelak bisa mengangkat harkat dan martabat keluarga, sekaligus keluar dari status keluarga tidak mampu.

Sementara itu, salah satu siswi baru, Susilawati, mengaku sangat bersyukur bisa lolos dan belajar di SRT 1 Indramayu. Menurutnya, fasilitas yang disediakan sekolah berasrama tersebut sangat memadai dan meringankan beban orang tuanya.

"Di sini tempatnya bagus, makanan dan seragam sudah dijamin gratis. Pokoknya kami tinggal belajar setiap hari dan siap mengikuti aturan di asrama," ungkap Susilawati gembira. (Aa)