INDRAMAYU KECE – Pagi itu, aroma segar tanah basah menyambut siapa saja yang melangkah masuk ke gerbang SMPN 4 Sindang. Di sudut kelas, sekelompok siswa tampak sibuk mengumpulkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, sisa makanan ini tidak akan berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di tangan para siswa dan guru kreatif ini, limbah organik tersebut siap disulap menjadi cairan penuh nutrisi bagi tanaman.
Aktivitas ini bukan sekadar selingan pengisi waktu, melainkan bagian dari Program Inovasi Sekolah Berbudaya Lingkungan yang kini menjadi denyut nadi utama di SMPN 4 Sindang. Sekolah ini berhasil membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dikemas menjadi aktivitas yang seru, menantang, sekaligus melek teknologi.
Bukan isapan jempol belaka, komitmen lingkungan ini bahkan telah mengantarkan SMPN 4 Sindang sukses meraih penghargaan global bergengsi dalam ajang Japan ESD Award yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) bekerja sama dengan Pemerintah Jepang. Sekolah ini tampil menonjol sebagai salah satu wakil Indonesia terbaik di antara ratusan sekolah dari negara-negara Asia Tenggara.
Pengalaman Langsung Jauh Lebih Bermakna
Kepala SMPN 4 Sindang, Ana Rohdiana, M.Pd., menegaskan bahwa edukasi lingkungan terbaik adalah dengan memberikan pengalaman langsung kepada para siswa.
"Kami tidak ingin anak-anak hanya membaca teori tentang pemanasan global di buku teks. Melalui rangkaian inovasi ini, kami membangun ekosistem di mana setiap siswa terlibat langsung menjadi solusi. Mulai dari mengelola limbah makan siang mereka sendiri hingga memanfaatkan teknologi digital untuk menabung sampah. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kelestarian alam," ujarnya penuh semangat.
Ana menambahkan, saat ini SMPN 4 Sindang telah mengukuhkan 8 inovasi hijau sebagai pilar penggerak program Sekolah Berbudaya Lingkungan di Kabupaten Indramayu. Kedelapan inovasi tersebut meliputi:
The Adventure in Mangrove Forest
Inovasi unggulan yang sukses memikat dunia internasional. Sebuah program pemberdayaan lingkungan yang melompat keluar dari pagar sekolah, di mana siswa diajak berpetualang langsung ke ekosistem pesisir Pantai Karangsong. Mereka belajar menanam, merawat, dan memahami peran krusial hutan mangrove dalam mencegah abrasi serta mitigasi bencana iklim.Pengolahan Limbah Makanan Sisa MBG Menjadi Pupuk Cair
Merespons program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah mengambil langkah cepat agar tidak menghasilkan tumpukan sampah baru. Sisa makanan dikumpulkan dan diolah menggunakan komposter khusus hingga menghasilkan pupuk organik cair untuk menyuburkan taman sekolah.Lomba Kebersihan Kelas Setiap Tahun
Kompetisi sehat yang memicu kreativitas antar-kelas. Setiap tahun, seluruh siswa berlomba menata dan menjaga kebersihan ruang belajar mereka dengan standar ramah lingkungan, menciptakan atmosfer kelas yang sehat dan nyaman untuk belajar.Bank Sampah Plastik
Gerakan nyata untuk mengumpulkan botol plastik bekas yang tidak terpakai di lingkungan sekolah. Kotak Bank Sampah (box khusus) ditempatkan di berbagai sudut strategis. Sampah plastik yang bernilai ekonomis ini dipilah, mendidik siswa tentang konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) sekaligus memberikan edukasi finansial dasar.Fashion Show Bahan Daur Ulang
Siapa bilang sampah tidak bisa tampil di atas panggung megah? Lewat ajang ini, kreativitas siswa diuji untuk menyulap limbah plastik, koran bekas, hingga kardus menjadi gaun dan kostum bernilai estetika tinggi.Pemilihan Duta Lingkungan
Setiap tahunnya, dipilih representasi siswa yang bertugas menjadi influencer hijau di lingkungan sekolah. Para Duta Lingkungan ini bertugas mengedukasi, mengingatkan, dan menggerakkan teman-teman sejawatnya untuk konsisten menjaga budaya bersih.Tumbler Day (Gerakan Membawa Tumbler Setiap Hari Jumat)
Setiap hari Jumat, sekolah berhasil menekan angka produksi sampah plastik sekali pakai secara drastis. Seluruh warga sekolah—mulai dari siswa, guru, hingga staf—diwajibkan membawa botol minum (tumbler) sendiri dari rumah.Bank Sampah Digital (Segera Launching)
Inovasi paling mutakhir yang mengawinkan kelestarian lingkungan dengan teknologi modern. Melalui sistem digital yang akan segera diluncurkan ini, proses penimbangan, pencatatan, hingga konversi saldo tabungan sampah siswa akan terintegrasi secara online dan transparan.
Melalui konsistensi dalam melahirkan berbagai inovasi tersebut, SMPN 4 Sindang kini bertransformasi menjadi role model sekolah Berbudaya Lingkungan. Dampak positifnya pun tidak lagi berputar di dalam pagar sekolah, melainkan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar yang ikut terinspirasi untuk menjaga bumi. (Aa Deni)




