INDRAMAYU KECE – Menghadapi ancaman krisis iklim global tidak harus selalu dimulai dengan kebijakan yang rumit. Terkadang, benteng pertahanan terbaik justru lahir dari ruang-ruang kelas, melalui jemari kecil para siswa yang peduli pada masa depan bumi mereka.

Semangat inilah yang melatari lahirnya "Mangrove Adventure 2.0", sebuah inovasi hijau yang digagas oleh Kepala SMP Negeri 4 Sindang, Ana Rohdiana. Program ini bukan sekadar metode belajar di atas kertas, melainkan sebuah petualangan nyata bagi para siswa untuk turun langsung ke pesisir dan menjadi pelindung alami bagi daerah mereka.

Langkah berani dari dunia pendidikan ini langsung memantik perhatian dan pujian hangat dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, melalui video unggahan secara terbuka memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Bagi Lucky, apa yang dilakukan oleh SMPN 4 Sindang adalah sebuah teladan nyata bagaimana sekolah bisa berkontribusi langsung dalam mitigasi perubahan iklim.

"Ini adalah langkah strategis yang memberikan dampak luar biasa. Kita tidak hanya sedang mengajar, tetapi sedang menanamkan kesadaran ekologis secara langsung ke dalam jiwa anak-anak kita," ungkap Lucky dengan nada optimis.

Lebih dari Sekadar Menanam Pohon

Di bawah langit pesisir Indramayu, melalui Mangrove Adventure 2.0, para siswa diajak untuk memahami bahwa setiap bibit mangrove yang mereka tanam adalah napas baru bagi bumi. Lucky menilai, pengalaman terjun langsung ke lapangan ini akan membentuk karakter generasi muda yang jauh lebih tangguh, kreatif, dan peka terhadap isu lingkungan sekitarnya.

Namun, riak positif dari inovasi ini tidak berhenti di gerbang sekolah saja. Dampak besarnya justru menyentuh masyarakat luas. Kehadiran program ini secara tidak langsung menjadi ruang edukasi terbuka bagi warga pesisir Indramayu tentang betapa krusialnya menjaga ekosistem hutan mangrove demi menjaga keseimbangan alam global.

Kini, dengan membawa misi mulia penyelamatan lingkungan, inovasi Mangrove Adventure 2.0 siap melangkah ke panggung yang lebih tinggi pada ajang Inovasi Daerah (Sinovik).

Lucky Hakim pun menaruh harapan besar agar inovasi ini sukses dan menjadi pemantik bagi lahirnya gerakan-gerakan serupa di wilayah lain. Di mata Lucky, perjuangan Ana Rohdiana dan para siswanya adalah refleksi dari impian bersama: mewujudkan Kabupaten Indramayu yang tidak hanya berkembang secara wilayah, tetapi juga lestari, hijau, dan memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi perubahan iklim masa depan. (Daniswara)